RSS

Arsip Tag: hidup

Inilah Aku, Lalu…Siapa Kamu?

    “Aku petualang yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif.

    Akulah lelaki bebas yang telah mengetahui rahasia wujudnya, maka ia pun berseru, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’

    Inilah aku. Dan kamu, kamu sendiri siapa?”

    –Hasan Al Banna–

Iklan
 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Januari 2013 in Umum

 

Tag: , , , , ,

The Unforgettable #1: Jawaban Sederhana

pendar cahaya

    Suatu hari kulihat anak lelaki belasan tahun duduk berjongkok di teras sebuah rumah. Tangan kanannya mengenggam sehelai kain bekas kaos yang tak dipakai, sedang tangan kirinya memegang sebuah botol. Di depannya berdiri sebuah motor China hitam. Sesekali ia semprotkan cairan dalam botol itu ke badan motor, lalu dengan hati-hati ia menggosok-gosoknya dengan kain yang ia bawa. Oh, rupanya ia sedang mengelap motor dengan cairan silikon supaya motornya terlihat lebih mengkilap.

    Di hari yang lain, kulihat ia memegang gergaji dan bilah bambu panjang. Jarinya meraba-raba tanda yang ia buat di bilah bambu, lalu dengan perlahan ia menggesekkan gergaji itu hingga sang bilah pun terpotong. Bilah itu kemudian ia belah lagi menggunakan parang menjadi bilah-bilah kecil. Tangannya dengan terampil mengikat bilah-bilah itu dengan karet hingga berbentuk bujur sangkar. Kali ini rupanya ia sedang membuat sebuah kandang jangkrik.

    Pada perjumpaan yang lain lagi ia terlihat sedang mendorong sepeda anak-anak beroda tiga. Di atas sepeda itu duduk seorang kanak-kanak, sepupunya. Anak lelaki itu tertawa riang, dengan senangnya ia menjadi tenaga pendorong sepeda agar bisa meluncur di jalan.

    Kesempatan yang lain aku menyaksikannya sedang khusyuk mendengarkan siaran radio. Diam-diam aku ikut mendengarkan. Ternyata sedang ada bincang-bincang tentang kesehatan di radio itu, menghadirkan seorang tabib pengobatan alternatif. Wajah anak lelaki itu sangat berbeda dari biasanya. Dia takzim, tampak sangat serius dan sesekali mengangguk seolah memberi tanda bahwa ia baru saja memahami hal baru.

    Dalam setiap perjumpaan itu, aku bertanya padanya. Mengapa ia berbuat demikian? Jawaban-jawabannya yang sederhana mampu menggetarkan hatiku.

    “Biar motornya jadi kelihatan bagus buat bapak kerja,” jawabnya sambil mengelap motor.

    “Saya mau memelihara jangkrik, jadi harus buat kandangnya. Bapak sudah capek kerja, jadi saya buat sendiri aja,” tuturnya polos.

    “Cuma dia teman main saya, teman-teman seusia saya pada sekolah,” ada gurat sedih di wajahnya.

    “Saya kagum sama tabibnya. Nanti kalau saya sudah sembuh, saya juga mau jadi tabib, biar bisa nolong orang miskin yang sakit,” ia tersenyum penuh harap.

    Usai bertemu denganku, ia beranjak pergi. Langkah kakinya terseret, pelan dan hati-hati. Sesekali tangannya meraba mencari pegangan. Aku memandangnya penuh iba.

    Apa yang dilakukannya memang hal biasa. Biasa, bagi anak normal dengan lima panca indera. Itulah mengapa kusebut dia luar biasa. Anak lelaki itu telah kehilangan penglihatannya. Ia buta sejak berusia delapan tahun. Dalam kegelapan dunianya, ia masih mampu memancarkan cahaya. Di mata orang, mungkin dia hanya anak kecil malang. Bagiku, dialah inspirator sejati.

    ____________________________________________________________________________________
    A tribute to my dear little one.
 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Januari 2013 in Baiti Jannati, Umum

 

Tag: , , , , ,

Memories #3: SEF UGM

SEF_UGM

    Menulis ini ketika sedang berlangsung pemilihan ketua SEF 2013. Sungguh, rasanya baru kemarin aku duduk di barisan atas ruang T102 dan menyaksikan Ade dan Gigih menyampaikan visi-misi mereka di depan peserta Muktamar. Sekarang aku menyaksikan Andira dan Zainal melakuka hal yang sama. Hmm…sungguh waktu berjalan sangat cepat (atau aku yang terlalu lambat?)

    SEF, Shariah Economics Forum, UGM. Organisasi pertama yang menarik minatku ketika menginjakkan kaki di kampus ini. Pertama kali pula dalam hidupku, untuk menjadi anggota organisasi harus menitikkan air mata, menangis saat wawancara. Kesan pertama saat wawancara penyeleksian calon anggota baru SEF: so comfort. Melihat orang-orang yang berkecimpung di dalamnya memberikan kenyamanan, somehow. Itulah kenapa aku kecewa dan sedih ketika terpaksa cuti dari segala aktivitas di luar kuliah di semester pertamaku. But Allah always Knows the best. RUpanya Ia sedang mempersiapkan rencana yang lebih baik untukku. Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Desember 2012 in Umum

 

Tag: , , ,

Maafkanlah (part 1)

so sweet

    Ya Allah, aku menyadari betapa ternyata merajut ukhuwah itu tak semudah orang berkata. Karena jangankan mencapai itsar, bahkan untuk memenuhi syarat minimal salamatush-shadr (kelapangan hati) saja, banyak orang yang tak mampu. Mungkinkah karena itu Engkau berikan kekuatan luar biasa dan berkah tak terkira pada kekuatan ikatan bernama ukhuwah itu, ya Allah? Seperti luar biasanya ikatan Rasulullah SAW dengan para shahabat ra. Ah, rindunya…
    Read the rest of this entry »
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Desember 2012 in Islam, Umum

 

Tag: , , , , , , , , ,

Memories #2: Inspirasi

    Sekedar mereview ulang hidupku. Seorang teman pernah kaget melihat sticky notes di dekstop netbookku. Penuh. Sampai-sampai wallpaper dekstopnya nggak keliahatan sama sekali. Sudah menjadi kebiasaanku sejak dulu untuk mencatat kata-kata yang menurutku bagus dan menginspirasi. Bahkan aku punya buku khusus untuk mendokumentasikan catatan-catatan itu. Dari sekian banyak yang pernah kunukil, ada beberapa kalimat yang menjadi peganganku hingga sekarang.
    Read the rest of this entry »
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Oktober 2012 in Baiti Jannati, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Kebebasan adalah Amanah Terberat

    Dinamika kehidupan berlangsung relatif. Kadang berat, kadang ringan, kadang sedih, kadang gembira. Pun demikian halnya dengan amanah. Ia terasa ringan ketika cabang-cabang pohon keimanan kita merebak subur, kokoh untuk menyangga amanah yang kita emban. Namun, di sisi lain, amanah ringan pun bisa terasa begitu berat ketika cabang-cabang pohon keimanan kita layu, lunglai, hingga tak sanggup bahkan hanya untuk menanggung berat seekor pipit yang hinggap. Meski demikian, ada satu hal yang belakangan ini membuat saya terhenyak, yakni kesadaran bahwa diantara begitu banyak amanah yang kita ampu, ada satu yang terberat yang justru sering terlupakan. Amanah itu bernama ‘kebebasan’.

Read the rest of this entry »

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2011 in Umum

 

Tag: , , , , , ,