RSS

Arsip Tag: etos

Terima Kasih


    Terima kasih…
    Kata itu tak cukup mewakili apa yang ingin kusampaikan pada kalian…
    Terima kasih…
    Adakah kata yang lebih tepat untuk menggambarkan?
    Betapa bahagianya aku bisa mengenal kalian
    Betapa bersyukurnya aku bersama kalian
    Tangis dan tawa
    Suka dan duka
    Bahkan goresan luka
    Mengajarkanku arti sebuah hubungan
    Memahamkanku akan dinamika kehidupan
    Terima kasih teman,sahabat, saudaraku
    Di manapun kalian berada
    Menjadi apa pun kalian saat ini atau pun nanti
    Aku mengenal ukhuwah bersama kalian, teman dan sahabatku di ekonomika
    Aku menemukan semangat dalam diri kalian, ikhwah Gadjah Mada
    Aku menemukan saudara dalam diri kalian, keluarga keduaku, Etos Jogja
    Karena kehadiran kalian, langkahku kian tegar
    Terima kasih dari hati terdalamku
    Thank you so much
    Syukran jidan
    Doomo…Hontoni arigatou gozaimasu
Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Mei 2011 in Umum

 

Tag: , , , , , , ,

Upgrading Etos Jogja 2011

Upgrading 2010 @ Gunung Andong

    Let’s Begin the Journey!

(Catatan #1)

    Kamis pagi, 3 Februari 2011,usai subuh aku masih berkutat mengemasi barang-barang yang akan kubawa. Beras, telur, susu: ok. Senter,mantel,alat tulis: check. Pakaian ganti, alat mandi, alat ibadah: siap. Jangan lupa dompet dan duit,hehe. Oya, cemilan. Yup, semua perlengkapan sudah masuk. Jam masih menunjukkan pukul 06.20 WIB ketika aku mengeluarkan motor. Sambil menunggu Dila aku memanaskan motor. Pukul 06.25, waktunya berangkat ke Pandega. Begitu sampai di asrama Pandega pukul 06.35, aku hanya meletakkan tas lalu pergi lagi. Masih ada 25 menit sebelum jam yang ditentukan. Ada misi lain yang harus kuselesaikan: mengirim email. Jadilah aku ke warnet dulu. Itu jadi rekor tercepatku duduk di warnet hanya 10 menit dengan cost 500 rupiah. Setelah email terkirim aku bergegas kembali ke Pandega. Ciit…mampir beli sarapan dulu. Habis 6.500 rupiah. Wow, ternyata mahal. But it’s ok. Akhirnya aku kembali menginjakkan kaki di Pandega pukul 07.01.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2011 in Etos jogja, Umum

 

Tag: ,

Together, Shining Brighter in 2011

    What you’ve done when you were 8 years old? Had you thought about your future? Had you had a will to create something big? Or you still played around with your childhood friends? You don’t need to tell me your answer. It is just a commonsense if a child still doesn’t aware about others yet and keep doing anything he/she likes. But,I will tell you an exception. I knew the ‘child’ that have given birth so many incredible people. Could you guess it? The child was called Beastudi Etos. Haha, you may think it was not funny, but it’s true.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Februari 2011 in Etos jogja, Umum

 

Tag:

“Etos” Membalikkan Mimpiku

Beastudi Etos tidak memberi kami ikan yang siap untuk dimakan, tetapi memberi kami kail dan mengajarkan kami cara memancing. Etos tidak membuat kami manja, tetapi mendidik kami agar menjadi kuat untuk meraih mimpi kami dengan kemampuan yang kami miliki.

    TENs 2009

    Bersama meraih cita

    Sejak kecil, aku hidup demi mimpi orang tuaku. Bukannya berlebihan, namun memang begitulah adanya. Orang tuaku bukan orang yang berpendidikan tinggi, tetapi mereka senang sekali bercerita tentang orang-orang yang sukses dalam pendidikan. Kisah-kisah itu pun hanya mereka dengar dari orang lain. Masih jelas kuingat wajah Bapak yang berbinar ketika menceritakan betapa ingin beliau melihat anak-anaknya bersekolah sampai tingkat tertinggi. Read the rest of this entry »
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Januari 2011 in Etos jogja

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ketemu Pak Idham

Syarat untuk jadi seorang pemimpin itu harus mau menyelesaikan masalah dan mau membuat keputusan.

    Kalimat itu adalah closing statement Pak Idham Samawi, mantan bupati Bantul, ketika rombongan Etos Jogja 08 berkunjung. Yup, Ahad, 2 Januari 2011 kemarin, kami sowan ke rumah dinas bupati Bantul untuk silaturahim ke Pak Idham. Lho kok udah mantan tapi masih tinggal di rumah dinas? Mungkin yang belum tahu bertanya-tanya ya,hehe. Soalnya sekarang istri beliau yang menjabat sebagai Bupati Bantul.
    Ahad pagi jam 10 kami tiba di rumah dinas Bupati Bantul. Sip, tepat waktu sesuai janji. Alhamdulillah hari itu squad 2008 lengkap, malah surplus (plus Pak Hasanudin maksudnya :D). Jujur saja baru pertama kali aku berkunjung ke rumah seorang bupati, bahkan bupati daerahku sendiri aja belum, mentok-mentok paling ke rumah pak lurah–(Jadi pengen ke rumah pak bupatiku sendiri. Hmm…kapan ya?). Kami langsung dipersilakan masuk. Hups, kaget lagi karena alas kaki disuruh dipake waktu masuk ruangan. Hehe…jarang-jarang nih karpet boleh diinjak pake sepatu dan sandal–(jadi kepikiran, berapa duit ya untuk laundry karpetnya? Hmm…). Next, suguhan pun dihidangkan untuk menemani kami menunggu Pak Idham di ruang tamu. Pas banget belum sarapan :D.
    Beberapa lama kemudian Pak Idham rawuh. Oh, ini to yang namanya Pak Idham, begitu pikirku. Sebelum mulai diskusinya beliau minta izin dulu untuk merokok. Wzz, I hate smoke but i’ve to bear with it for a while. Untungnya posisi dudukku agak jauh 😀 Then, let’s start the discussion :
    Good impression ketika mendengar gaya beliau bicara. Tegas dan yang lebih penting, kontennya berbobot. Senang juga waktu tahu background pendidikan beliau adalah sarjana ekonomi 😀 Selama hampir dua jam, beliau bercerita banyak hal, mengungkapkan fakta-fakta yang selama ini tidak kami ketahui, menegaskan prinsip hidup beliau. Well, aku jadi speechless. Aku baru paham kenapa rakyat Bantul begitu membanggakan beliau dan mempertahankan beliau dalam jajaran pemerintahan Kabupaten Bantul (sekarang melalui istri beliau). Memang ada beberapa pemikiran beliau yang aku tidak sependapat, but afterall beliau pantas dijadikan rujukan dalam hal kepemimpinan maupun dalam keberhasilan menciptakan good governance. Nah, apa saja yang bisa kita teladani dari beliau? Tunggu rilis posting terbaruku 😀
    Bukan 2008 kalau nggak narsis 😀
    Setelah kunjungan selesai sekitar waktu dzuhur, tak lupa kami mengajak Pak Idham berfoto. Resmi dong gayanya. Ikhwan-ikhwan yang biasanya GeJe pun jadi kalem. Haha… ternyata foto dengan Pak Idham belum cukup. Karena jarang-jarang 08 bisa full team. Makanya waktu harus dimanfaatkan dengan baik :D. Setelah pamitan, kami masih menyempatkan diri untuk foto beberapa kali.
    Yup, sekian dulu. Hasil diskusi dengan Pak Idham insya Allah segera diposting 🙂 Ja!

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2011 in Etos jogja, Umum

 

Tag: